Rabu, 28 April 2010

Mencegah dan Mengatasi Cacingan

cacingTernyata penyakit cacingan ini sangat mudah menular dari satu orang ke orang lain. Untuk mencegah cacingan, kita perlu mengetahui penyebab timbulnya penyakit cacingan.

Penularan cacingan dapat melalui makanan kotor yang tercemar oleh larva cacing. Cacingan juga dapat menyebar melalui lantai atau tanah yang tercemar, terutama oleh kotoran manusia. Cacing masuk melalui pori-pori kulit, lewat kaki yang tidak menggunakan alas kaki dan menginjak larva atau telur cacing. Kemudian masuk ke pembuluh darah vena, menuju ke paru-paru. Cacing menggigit dinding usus, bertelur dan hidup di usus, dan ikut makan makanan yang sudah dicerna di dalam usus. Akibatnya nurtrisi yang mestinya dibutuhkan tubuh dihabiskan oleh cacing, maka anak menjadi kekurangan gizi, kekurangan daya tahan, kekurangan protein, kehilangan berat badan dan tentu saja mudah terkena penyakit.

Ciri dari anak yang terkena cacingan diantaranya perut buncit, gatal-gatal disekitaranus, cacing dalam kotoran, anemia atau kurang darah, penyumbatan usus, kalau sudah terlalu lama badan menjadi kurus.

Tips untuk mencegah timbulnya cacingan adalah :

  • Jaga kebersihan diri sendiri, terutama kuku dan tangan. Selalu cici tangan sebelum makan.
  • Selalu jaga kebersihan lingkungan.
  • Jaga kebersihan makanan, jika memang harus membeli makanan, pastikan bahwa makanan yang kita beli bersih dalam pengolahan dan penyajian makanan.
  • Saat anak bermain, selalu menggunakan alas kaki seperti sepatu atau sandal. Hal ini untuk mengurangi kontak langsung dengan telor cacing.
  • Cuci kaki dengan sabun setelah bermain di tempat yang kotor.
  • Minum obat cacing secara teratur, misalnya tiga atau enam bulan sekali sesuai dengan resep dokter

Tips Mencegah Obesitas

Obesitas atau kegemukan bisa menimpa siapa saja, orang dewasa ataupun anak anak. Obesitas dapat menimbulkan masalah buruk pada anak, seperti kesehatan ataupun masalah sosial saat berhubungan dengan teman teman. Selain itu, individu yang menderita obesitas ketika kecil, berpotensi menderita obesitas saat berusia dewasa, dan berisiko mengalami sejumlah masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung dan stroke.

Kelebihan berat badan dapat dihindari sejak dini. Berikut ini adalah sejumlah cara pencegahan obesitas pada anak berdasarkan kategori usia:

- Usia 0-1 tahun
Menyusui ternyata mampu mencegah kelebihan berat badan pada bayi. Meskipun mekanisme pastinya tidak diketahui, bayi yang mendapatkan ASI dipercaya lebih mampu mengontrol asupan makanan dan mengikuti insting laparnya.

- Usia 2-6 tahun
Mulailah mengajarkan si kecil kebiasaan makan yang baik dengan memperkenalkan berbagai variasi makanan sehat. Dorong anak menjadi aktif dan bantu dia membangun berbagai keahlian.

- Usia 7-12 tahun
Dorong anak agar rajin melakukan aktivitas fisik setiap hari, misalnya bermain sepak bola bersama teman-teman sebaya, bermain basket, atau bermain sepeda. Jika mungkin, bisa juga mendaftarkannya sebagai anggota salah satu klub olahraga.

Di rumah pun, jangan biarkan anak bermalas-malasan tanpa melakukan sesuatu. Ajak mereka melakukan aktivitas fisik, misalnya membereskan rumah, bermain di halaman, dan lain sebagainya.

- Usia 13-17 tahun
Anak remaja biasanya sangat menyukai fast food, tapi coba mengubah kecenderungan tersebut dengan memberikan pilihan kudapan yang lebih sehat, seperti roti lapis isi ayam panggang dan salad. Selain itu, pastikan untuk membatasi jatah kalori dengan menyajikan porsi kecil setiap kali makan. Jangan lupa, dorong pula mereka agar lebih aktif setiap harinya.

- Segala usia
Kurangi interaksi dengan televisi, komputer, dan video games, serta hindari menyantap makanan di depan layar kaca. Sajikan beragam pilihan makanan sehat dan jadikan aktivitas makan sebagai bagian dari ritual kebersamaan anggota keluarga.

Hidangkan buah sebagai pengganti camilan, dan pastikan mereka menyantap buah dan sayur dalam porsi cukup. Selain itu batasi konsumsi minuman yang mengandung gula atau pemanis buatan. Jangan lupa sajikan sarapan sehat setiap pagi.

Sumber : waspada.co.id


link :http://www.tipskeluarga.com/2010/01/07/mencegah-obesitas-untuk-semua-usia/

Mencegah dan Menghadapi Pecah Ketuban Dini

Pecah Ketuban Dini adalah kondisi terjadi pecah ketuban sebelum waktunya melahirkan. Kejadian pecah ketuban dini terjadi sekitar 5 sampai 10 persen dari semua kelahiran. Sementara terjadinya pecah ketuban dini ini biasanya terjadi pada kehamilan tua. Pecah ketuban dini bisa menyebabkan kelahiran prematur.

Sebenarnya air ketuban bermanfaat untuk mempertahankan atau memberikan perlindungan bagi bayi dari benturan diluar rahim. Air ketuban juga berfungsi agar bayi dapat bergerak bebas ke segala arah di dalam rahim.

Lalu apa saja penyebab pecah ketuban dini serta tanda pecah ketuban tersebut ?
Terjadinya pecah ketuban bisa disebabkan oleh trauma, mulut rahim yang lemah, ketegangan rahim yang berlebihan, kehamilan kembar, ketuban yang berlebihan, letak janin yang salah seperti nyungsang atau melintang, kelainan atau kerusakan selaput ketuban, serta dapat pula disebabkan oleh infeksi pada kehamilan. Tanda dari pecah ketuban dini adalah keluarnya cairan ketuban melalui vagina biasanya tidak disertai rasa sakit.

Untuk mengurangi terjadinya pecah ketuban dini, dianjurkan bagi ibu hamil untuk mengurangi aktivitas pada akhir tirwulan kedua dan awal triwulan ke tiga, serta tidak melakukan kegiatan yang membahayakan kandungan selama kehamilan.

Agar tidak timbul hal-hal yang tidak diinginkan pada janin yang dikandung, Pecah Ketuban Dini harus segera ditangani. Segera hubungi dokter. Gunakan pembalut wanita untuk penyerapan air yang keluar



link :http://www.tipskeluarga.com/2010/03/19/mencegah-dan-menghadapi-pecah-ketuban-dini/#more-1355

Kisah Pedagang Bubur Kacang Ijo Sukses Dalam Semangkuk Bubur

Kisah Pedagang Bubur Kacang Ijo
Sukses Dalam Semangkuk Bubur
M. Rizal Maslan - detikNews
Jakarta - Mang Edi sigap di balik meja saji. Uap mengepul dari dua dandang besar. Satu berisi kacang hijau, satu lagi berisi ketan hitam. Dua centong dari masing-masing dandang berpindah ke sebuah mangkuk. Santan putih pun menjadi penghias terakhir. Selanjutnya bubur kacang hijau nan legit, siap disajikan.

"Bubur kacang ijo, dari dulu tetap laku dan masih ada rezekinya," kata Mang Edi memulai perbincangan di warungnya, di Jalan Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (7/4/2010) pagi.

Pria 49 tahun ini sudah 25 tahun menggeluti usaha ini. Edi hanya satu dari ribuan orang dari kampungnya di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang mencari nafkah di Jabodetabek dengan berjualan bubur kacang hijau. Kacang Ijo, begitu lidah Edi menyebutnya.

Kios bubur kacang Mang Edi ini tak begitu besar. Kiosnya itu berukuran 4x10 meter yang dikontraknya Rp 3,5 juta per tahun. Tetangga Edi adalah Warung Tegal, gerai pulsa ponsel dan toko kelontong. Kios bubur semacam milik Edi ini sering disebut Warung Burjo (Bubur Kacang Ijo). Kebanyakan, warung burjo buka sampai malam, bahkan ada yang 24 jam.

"Apalagi kalau malam, biasa untuk tempat ngobrol orang-orang sini atau tetangga," jelas Mang Edi yang berasal dari Babakanreuma, Sindangagung, Kuningan, Jawa Barat ini.

Mang Edi bercerita, dia mulai menjadi pedagang burjo dengan modal kecil dan pinjaman saudara di kampungnya. Berawal dari uang Rp 500.000, dalam 25 tahun, Mang Edi sudah bisa mengontrak warung yang cukup besar, plus 2 sepeda motor. Menurut Edi, banyak pedagang bubur kacang yang lebih sukses dari dirinya. Bahkan mereka bisa membangun rumah di kampungnya di Kuningan.

Dari berjualan bubur kacang hijau, Edi bisa mendapat pendapatan hingga Rp 2 juta sebulan. Edi juga berjualan mie rebus dan gorengan. Bahkan saat bulan puasa, Edi bisa mendapatkan untuk lebih besar. Edi pun bisa menyekolahkan anak pertamanya di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN).

"Sudah semester dua, alhamdulillah. Kalau, anak kedua saya sudah SMA kelas 2," imbuhnya.

Rupanya, ada satu hal lagi yang membuat para pedagang burjo dapat bertahan dari kerasnya hidup di Ibukota. Rasa persaudaraan, sikap saling dukung dan membantu sangat kuat di antara pedagang bubur kacang hijau. Apalagi kebanyakan juga berasal dari Kabupaten Kuningan, walaupun dari desa yang berbeda.

"Kita terus berkumpul, saling bantu kalau ada yang sakit, atau kurang modal. Kita
sering bersilaturahim. Bahkan, kalau ada yang berhasil sampai membuka kios baru,
kita ajak para pemuda di kampung atau saudara untuk berjualan," ucapnya.

Jika Mang Edi memiliki warung, beda lagi dengan Mang Jejen. Dia menjajakan bubur kacang hijau keliling dengan gerobak. Jejen biasanya beredar di daerah pemukiman atau kompleks perumahan. Dia mengaku dagangannya selalu laris.

"Pokoknya waktu pagi jualannya. Tapi kadang-kadang suka cepat habis ludes kalau ada kerja bakti di kampung-kampung," katanya saat ditemui di Perumahan Griya Pelita, Pancoran Mas, Depok.

Jejen masih betah berjualan keliling, sebab dia masih kekurangan modal untuk menyewa warung. Buat Jejen, yang terpenting buburnya harus habis agar modal kembali dan tidak mubazir.

Nah, saat ini, pedagang bubur kacang hijau asal Kuningan mendapatkan saingan baru, yaitu pedagang bubur kacang hijau Madura. Namun, menurut Jejen dan Edi, mereka tidak merasa ada masalah. Tukang burjo Kuningan dan Madura punya pangsa pasar masing-masing.

"Teman-teman pedagang bubur kacang ijo Madura biasanya cuma jualan malam hari. Namanya juga semua mencari rezeki kok," pungkas Mang Edi bijak.


Para Penerus Kartini Kartini-kartini Penakluk Api

Para Penerus Kartini
Kartini-kartini Penakluk Api
Deden Gunawan - detikNews

Foto: Deden / detikcom
Jakarta - Api itu masih terus mengepul dari sebuah pabrik di Jalan Kamal Raya No 34, Jakarta Barat. Masyarakat mengenalnya sebagai pabrik sendal Swallow. Sudah berhari-hari si jago merah tak kunjung bisa ditaklukan. Beraneka bahan kimia di dalam pabrik membuat api awet langgeng.

Ratusan petugas pemadam datang silih berganti, puluhan mobil pemadam juga datang silih berganti. Tapi api tak kunjung padam. Saat personel sudah berkurang, Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta mengerahkan regu 'Fire Women'

"Kami saat itu juga diperbantukan untuk menangani kebakaran di pabrik sandal tersebut. sebab sejumlah petugas inti sudah kelelahan waktu itu," ujar Enny personel Fire Women saat berbincang-bincang dengan detikcom, Selasa (20/4/2010) kemarin.

Keberadaan para penakluk api perempuan ini memang jarang tersorot publik. Selama ini masyarakat hanya tahu kalau pemadam kebakaran identik dengan kaum adam. Sebab, tugas memadamkan amukan api sangat berat dan berisiko tinggi. Hampir mustahil jika profesi ini diminati kaum hawa. Tapi bagi Eny dan teman satu regunya di Fire Women Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, jadi petugas pemadam kebakaran bukan hal yang mustahil.

"Dengan latihan-latihan yang intensif, kami kira kaum perempuan bisa melakukan pekerjaan ini. Jadi bukan laki-laki saja yang bisa. Kami juga tidak gentar menghadapi api," cetus Enny.

Dikatakan Enny, latihan yang mereka lakukan sama dengan petugas laki-laki. Latihan dasar tersebut, berupa tehnik terjun dari ketinggian, menerobos api, masuk ke lorong-lorong berasap, maupun pengunakan alat-alat pemadam seperti teknik penyemprotan sampai menggunakan selang di mobil pemadam. Keterampilan-keterampilan tersebut mereka dapatkan dari hasil latihan di pusat pelatihan Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, yang berlokasi di Ciracas, Jakarta Timur.

Keterampilan menjinakan api itu sempat mereka tunjukan dalam sebuah simulasi saat perayaan Ultah Dinas Kebakaran DKI Jakarta, Maret lalu di Monas. Dalam simulasi tersebut personel fire woman ini dengan sigap memadamkan api yang membakar sebuah rumah.

Perempuan berusia 40 tahun ini mengakui, meski telah memiliki kemampuan layaknya pemadam kebakaran (Damkar) pria. Namun regu fire women selama ini hanya ditempatkan sebagai petugas cadangan setiap ada peristiwa kebakaran dan menangani persiapan alat-alat sebelum digunakan oleh petugas inti serta menjadi petugas evakuasi. Namun tidak jarang mereka dikirim ke luar kota jika terjadi bencana

"Kami pernah dikirim ke Tasikmalaya, Situ Gintung, dan Padang, untuk mengevakuasi para korban di sana," kata Enny.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Operasional Dinas Damkar Pemprov DKI Jakarta, Sukendar, mengatakan kepada Detikcom, Dinas Damkar DKI Jakarta berencana menambah lagi personel fire women menjadi 1 pleton. Diakui Sukendar, hadirnya petugas lapangan damkar perempuan tidak mempengaruhi personel damkar pria.

"Mereka merasa sama-sama memiliki kemampuan sama dan saling menghargai. Saat ini mereka sangat solid dalam menjalankan tugas-tugasnya," jelasnya.

Dalam soal disiplin, Dinas Damkar DKI Jakarta juga tidak pilih kasih. Perlakuan terhadap personel, termasuk jam kerja antara petugas laki-laki dan perempuan disamakan. Fire women juga tidak bisa cuti mens kecuali sakit dan ada surat dokter.

"Soal disiplin kita tidak ada kompromi. Semua personel diperlakukan sama. Mereka
harus siap siaga ketika dibutuhkan masyarakat yang mengalami musibah kebakaran
atau bencana. Saat masuk kerja mereka tidak boleh berada lebih dari 25 meter
dari markas," tandas Sukendar.

Saat ini, diakui Sukendar, regu pemadam kebakaran perempuan ini sedang dicarikan
namanya. Tujuannya supaya memudahkan dalam melakukan koordinasi. Diharapkan
dalam sebulan ke depan nama untuk regu pemadam kebakaran wanita ini sudah ada.

Polisi Tangkap Penculik Bayi di Bekasi

Polisi Tangkap Penculik Bayi di Bekasi

jakarta - Polres Bekasi menangkap pelaku penculikan bayi. Korban diketahui bernama Fairuz Kamil (1,5).

"Pelaku perempuan. Ditangkap tadi siang," kata Kapolres Bekasi Kabupaten Kombes Herri Wibowo pada detikcom, Rabu (28/4/2010).

Peristiwa penculikan itu terjadi pada pagi hari. Saat itu, korban tengah bermain di halaman rumahnya di Jalan Kramat Desa Pasir Gombong, Cikarang Utara, Bekasi Kabupaten.

"Korban kan baru belajar jalan. Dia bermain sendirian di halaman rumahnya," katanya.

Dijelaskan Herri, ibu korban yang berada di dalam rumahnya kemudian mencari anaknya. Namun, ibu korban tidak menemukan keberadaan anaknya itu.

Sang Ibu kemudian melapor ke polisi. Polisi dibantu masyarakat akhirnya berhasil menangkap pelaku bersama korban, tidak jauh dari lokasi. Pelaku kemudian dibawa ke Polres Bekasi untuk diperiksa


Penculikan Bayi di Bekasi Pelaku Berakting Pura-pura Gila di Dalam Sel

Penculikan Bayi di Bekasi
Pelaku Berakting Pura-pura Gila di Dalam Sel
E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta
- Polres Bekasi menangkap pelaku penculikan bayi berusia 1,5 tahun bernama Fairuz Kamil. Diduga pelaku hendak menjual bayi tersebut. Namun saat ditahan pelaku berpura-pura gila.

"Saat ditangkap, pelaku berpura-pura gila," kata Kapolres Bekasi Kabupaten Kombes Herri Wibowo pada detikcom, Rabu (28/4/2010).

Seperti diberitakan sebelumnya, pelaku ditangkap kurang dari 24 jam setelah penculikan. Sesaat sebelum ditangkap, pelaku yang berjenis kelamin perempuan ini langsung berganti pakaian seperti orang gila.

"Ada saksi yang melihat saat membawa korban, pakaiannya biasa saja. Tidak seperti orang gila," imbuhnya.

Namun, saat ditangkap, pelaku itu meronta-ronta dan bertingkah seperti orang gila. Bahkan polisi juga kesulitan untuk menanyai identitas pelaku.

"Karena KTP pun dia (pelaku-red) tidak bawa," tuturnya.

Selain bertingkah aneh, pelaku juga terkadang berteriak-teriak. Dan saat berada di dalam sel, pelaku juga mengumandangkan adzan.

"Di dalam sel dia adzan, terus berteriak-teriak," jelasnya